KEDIRI, Wartajatim.id – Menghadapi api tidak cukup hanya dengan keberanian. Salah langkah dapat memperbesar risiko. Karena itu, Polsek Tarokan, Polres Kediri Kota, bersama Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Grogol membekali personelnya dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi berbagai situasi darurat.
Pelatihan pemadaman api tersebut berlangsung di Aula dan halaman Mapolsek Tarokan, Rabu (7/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB. Kegiatan diikuti Kapolsek Tarokan, Wakapolsek, para pejabat utama (PJU), Bhabinkamtibmas (BKTM), serta anggota Polsek Tarokan.
Dari jajaran Damkar Kabupaten Kediri, hadir Kasi Sarpras Damkar Kabupaten Kediri Yulianto, Kapos Damkar Grogol Riko bersama personel Pos Damkar Grogol.
Yang menarik, pembekalan tidak hanya berhenti pada teori. Personel kepolisian juga diperkenalkan dengan langkah-langkah menghadapi kondisi yang berpotensi muncul ketika bertugas di tengah masyarakat.
Mulai dari penanganan kebocoran LPG, pemadaman api yang berkaitan dengan bahan minyak menggunakan kain basah, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga penanganan ular atau hewan yang berpotensi membahayakan menjadi bagian dari materi yang diberikan.

Suasana pelatihan berlangsung serius namun komunikatif. Para personel mendapatkan penjelasan sekaligus praktik agar lebih memahami karakteristik bahaya serta tindakan awal yang aman.
Bagi Bhabinkamtibmas, pembekalan ini menjadi penting karena mereka merupakan personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memiliki wilayah binaan masing-masing.
Ketika terjadi keadaan darurat, anggota di lapangan dituntut bukan hanya cepat merespons, tetapi juga mampu membaca situasi, mengidentifikasi risiko, mengamankan masyarakat, dan menentukan langkah yang tepat sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi khusus.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., menekankan pentingnya peningkatan kemampuan personel secara berkelanjutan.
“Pesan Bapak Kapolres, kemampuan personel harus terus ditingkatkan. Ketika berada di tengah masyarakat, anggota harus mampu membaca situasi dan memberikan respons awal yang tepat, tetapi tetap mengutamakan keselamatan serta melakukan koordinasi dengan instansi yang memiliki kompetensi,” ujar AKP Priyo.
Menurutnya, pelatihan bersama Damkar bukan untuk mengambil alih tugas pemadam kebakaran. Justru, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat pemahaman mengenai peran dan batas kewenangan masing-masing ketika menghadapi situasi darurat.
“Ini bukan soal siapa yang paling cepat bertindak, tetapi bagaimana setiap unsur memahami perannya. Polisi melakukan pengamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, sedangkan penanganan teknis kebakaran dilakukan bersama petugas yang mempunyai keahlian di bidangnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi darurat membutuhkan koordinasi yang baik. Setiap tindakan harus mempertimbangkan keselamatan karena keputusan yang keliru dapat menimbulkan risiko baru bagi petugas maupun masyarakat.
Sementara itu, jajaran Damkar Pos Grogol memberikan pembekalan berdasarkan pengalaman teknis dalam menghadapi berbagai kondisi kebakaran maupun evakuasi hewan yang berpotensi membahayakan.
Melalui pelatihan tersebut, anggota Polsek Tarokan diharapkan tidak hanya memahami penggunaan peralatan pemadam, tetapi juga mengetahui kapan harus mengambil tindakan awal, bagaimana menjaga keselamatan diri dan masyarakat, serta kapan harus meminta bantuan atau menyerahkan penanganan kepada petugas yang memiliki keahlian khusus.
Bagi kepolisian, kesiapsiagaan bukan sesuatu yang baru dibangun ketika keadaan darurat sudah terjadi. Kemampuan tersebut perlu dipersiapkan jauh sebelumnya melalui latihan, pembekalan, koordinasi, dan pemahaman terhadap potensi risiko.
Hal itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebab, kehadiran polisi di tengah warga tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga kemampuan memberikan perlindungan serta respons awal ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.
Sinergi Polsek Tarokan dan Damkar Grogol sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas instansi. Masing-masing memiliki tugas dan kompetensi berbeda, namun dapat saling memperkuat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Polisi memastikan aspek pengamanan dan perlindungan masyarakat berjalan, sementara petugas Damkar menangani aspek teknis sesuai keahlian dan prosedur yang dimiliki.
Dari kegiatan tersebut, personel Polsek Tarokan memperoleh tambahan pemahaman mengenai penanganan api, kebocoran LPG, penggunaan APAR, pemadaman api yang berkaitan dengan bahan minyak, hingga langkah menghadapi ular atau hewan yang berpotensi membahayakan.

Pada akhirnya, pelatihan tersebut bukan semata tentang bagaimana memadamkan api. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi upaya membangun kesiapan personel agar mampu mengambil keputusan awal secara tepat ketika berhadapan dengan situasi yang tidak terduga.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan terkendali. Kegiatan ditutup dengan foto bersama jajaran Polsek Tarokan dan Pos Damkar Grogol.
Pesannya sederhana: keberanian perlu dibekali pengetahuan. Sebab dalam keadaan darurat, respons cepat akan lebih berarti ketika dilakukan dengan cara yang tepat, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan.(Dk)












