Tembus 832 Kejadian, Penanganan Kebakaran dan Non-Kebakaran di Kediri Melonjak Tajam

Tembus 832 Kejadian, Penanganan Kebakaran dan Non-Kebakaran di Kediri Melonjak Tajam

KEDIRI – Wartajatim.id || Bidang Pencegahan Kebakaran Kabupaten Kediri mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penanganan kejadian sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

​Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Pemkab Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan data rekapitulasi tersebut saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (9/6/2026). Ia memaparkan bahwa tren penanganan, baik untuk kasus kebakaran maupun non-kebakaran, mengalami kenaikan yang cukup tajam di tahun ini.

Berikut ​Jumlah Perbandingan Penanganan Kejadian (Januari–Mei)

Jenis Kejadian

Tahun 2025

Tahun 2026

Kebakaran

49

63

Non-Kebakaran

470

769

Total

519 (2025)

832 (2026)

Kesiapsiagaan Armada dan Semangat “Sang Penolong”

​Dalam upaya merespons cepat setiap laporan, Kaleb Untung menegaskan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kediri menyiagakan 6 unit armada mobil pemadam kebakaran yang tersebar di sejumlah titik strategis guna menjangkau wilayah layanan dengan cepat:

​Pos Induk Pare: 4 unit armada (masing-masing kapasitas 5.000 liter).

​Pos Grogol: 1 unit armada (kapasitas 5.000 liter).

​Pos Ngadiluwih: 1 unit armada (kapasitas 2.500 liter).

​Di balik operasional armada tersebut, Kaleb menegaskan bahwa dedikasi personel adalah aset terpenting. Ia menekankan bahwa seluruh petugas memegang teguh prinsip “Pantang pulang sebelum api padam” sebagai bagian dari semangat Yudha Brama Jaya.

​Lebih dari sekadar memadamkan api, Kaleb menyebut petugas damkar sebagai “Sang Penolong” yang siap memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada masyarakat. “Prinsip Yudha Brama Jaya dan semangat menjadi Sang Penolong yang melayani dengan sepenuh hati bukan sekadar semboyan. Kami berkomitmen untuk selalu hadir memberikan perlindungan maksimal, seberapa pun sulitnya tantangan yang dihadapi di lapangan,” ujar Kaleb.

​Waspada Bahaya Kebakaran di Musim Kemarau

​Menanggapi tren kenaikan kasus, Kaleb mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada memasuki puncak musim kemarau. Menurutnya, terdapat beberapa faktor pemicu kebakaran yang perlu diwaspadai, antara lain:

​Pembakaran Sampah Sembarangan: Seringkali dilakukan tanpa pengawasan di lahan kosong dan merembet karena tiupan angin.

​Lahan Kering dan Ilalang: Vegetasi yang kering akibat kemarau mudah tersulut api, bahkan dari puntung rokok.

​Korsleting Listrik: Penggunaan instalasi listrik yang tidak standar atau beban berlebih.

​Kelalaian Aktivitas Rumah Tangga: Kompor atau alat masak yang ditinggalkan tanpa pengawasan di tengah cuaca panas.

​”Peningkatan angka ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih disiplin dan berhati-hati. Musim kemarau meningkatkan potensi bahaya secara drastis. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan di area terbuka,” tegas Kaleb.

​Pihak Satpol PP Kabupaten Kediri akan terus mengoptimalkan peran armada dan personelnya guna memastikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, baik untuk pemadaman kebakaran maupun penanganan non-kebakaran seperti penyelamatan dan evakuasi lainnya.(Dk)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *