Tercium Asap dari Balik Jendela, Pabrik Kerupuk di Tarokan Ternyata Terbakar

Tercium Asap dari Balik Jendela, Pabrik Kerupuk di Tarokan Ternyata Terbakar

KEDIRI,Wartajatim.id – Saat sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur, suasana dini hari di Dusun Becek, Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, tiba-tiba diwarnai kepulan asap.

Seorang warga yang berada di rumah pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 02.32 WIB mencium bau asap dari arah jendela kamarnya. Rasa penasaran membuatnya mencari sumber bau tersebut.

Tak disangka, asap ternyata berasal dari bangunan pabrik kerupuk milik Sukowaris yang berada tepat di sebelah rumahnya. Bangunan usaha itu diketahui mengalami kebakaran.

Warga tersebut kemudian memberitahukan kejadian itu kepada pemilik pabrik. Tidak ingin api semakin membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya, pemilik usaha segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Laporan tersebut langsung mendapat respons. Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol berangkat pada pukul 02.35 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 02.37 WIB.

Satu unit armada Damkar Pos Grogol, AG 8156 EP, diterjunkan dengan kekuatan lima personel. Petugas segera melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke bangunan yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan pendataan awal petugas, bagian bangunan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 15 x 20 meter. Proses penanganan berlangsung hingga pukul 04.10 WIB.

Api akhirnya berhasil dipadamkan dan penanganan dinyatakan selesai sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan kecepatan penanganan menjadi bagian penting dalam mengendalikan kebakaran, terlebih lokasi berada berdekatan dengan rumah warga.

“Begitu laporan diterima, personel langsung kami gerakkan menuju lokasi. Petugas melakukan pemadaman dan sekaligus mengantisipasi agar api tidak meluas ke bangunan di sekitar pabrik,” ujar Kaleb.

Ia menyebut, berdasarkan pendataan sementara, tidak terdapat korban dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kerugian materiil sementara diperkirakan sekitar Rp25 juta, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp250 juta, di antaranya alat produksi kerupuk, kendaraan dan rumah,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp25 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Tidak ada laporan korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia.

Sementara itu, mengenai penyebab kebakaran, hingga proses penanganan selesai belum diketahui secara pasti. Karena itu, penyebab kebakaran tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kejadian awal dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi ketika lingkungan sedang sepi dan sebagian warga tengah beristirahat. Kepekaan warga terhadap tanda-tanda awal seperti bau asap serta pelaporan secara cepat menjadi langkah penting agar penanganan dapat segera dilakukan.

Dalam kejadian di Dusun Becek ini, laporan yang masuk pada dini hari langsung ditindaklanjuti petugas Damkar Kabupaten Kediri hingga api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *