KEDIRI – Wartajatim.id || Suasana duka menyelimuti Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri pada Senin (6/7/2026) siang. Sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa seorang petani tebu, di tengah berkobarnya api yang melahap lahan pertanian miliknya.
Merespons laporan darurat dari Kepala Desa setempat pada pukul 13.45 WIB, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung menunjukkan kesiapsiagaan tertinggi. Hanya dalam waktu 5 menit setelah menerima laporan, armada pemadam langsung tancap gas dan tiba di lokasi tepat pukul 14.00 WIB untuk berjuang menjinakkan amukan si jago merah.
Insiden ini menyisakan kesedihan mendalam bagi jajaran petugas yang mengevakuasi dan memadamkan api. Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengungkapkan rasa belasungkawa yang paling dalam atas musibah memilukan yang menimpa korban, Bapak Sakrum (warga Dusun Minden, Desa Pamongan).
”Kami atas nama pribadi, pimpinan, dan seluruh keluarga besar Satpol PP serta Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri menyampaikan ucapan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Hati kami remuk melihat kenyataan ini. Saat ditemukan oleh warga bersama perangkat desa, korban didapati telah meninggal dunia dalam posisi seperti orang bersujud di tengah lahan tebu miliknya yang habis terbakar,” ungkap Kaleb Untung Satrio Wicaksono dengan nada penuh empati dan duka.
Kaleb memaparkan perkiraan medis dan kondisi di lapangan mengenai detik-detik terakhir korban bertahan hidup di tengah kepungan asap dan api.
”Diperkirakan saat kejadian, korban tidak sempat menyelamatkan diri karena api membesar begitu cepat akibat tiupan angin kencang. Ada kemungkinan korban mengalami kelelahan ekstrem dan sesak napas berat setelah menghirup asap yang sangat pekat di dalam lahan, hingga kehilangan kesadaran. Yang pasti, saat tim Damkar kami tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman, diduga kuat korban memang sudah meninggal dunia mendahului kedatangan kami,” jelasnya dengan berat hati.
Di bawah komando langsung Plt. Kasatpol PP melalui Bidang Pencegahan Kebakaran, 4 personel terlatih dengan 1 unit armada Damkar Pos Ngadiluwih bertarung melawan waktu di lapangan. Mengingat cuaca panas ekstrem dan angin kencang yang berisiko memperluas area kebakaran, petugas bergerak taktis melakukan lokalisasi api.
Dengan dedikasi tinggi, kobaran api yang menghanguskan lahan seluas 65 ru tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.35 WIB sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Langkah ini diambil guna memastikan area benar-benar aman dari potensi penyalaan ulang, meskipun kerugian materiil tak terhindarkan dan ditaksir mencapai Rp 130.000.000.
Belajar dari tragedi yang memilukan ini, Kaleb Untung menyampaikan pesan penutup yang sangat keras dan tegas agar seluruh masyarakat Kabupaten Kediri sadar akan bahaya kebakaran lahan.
”Saya tegaskan dengan sangat keras kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri, tolong jangan pernah lagi mengabaikan peringatan dari sesama warga atau petugas! Kejadian ini adalah pelajaran yang sangat mahal. Nyawa taruhannya,” ujar Kaleb tanpa kompromi.
”Di saat cuaca terik dan angin bertiup kencang seperti sekarang, membakar sisa daun tebu kering (daduk) atau sampah di area terbuka bukan lagi kelalaian biasa, melainkan ancaman fatal bagi keselamatan jiwa. Tolong hentikan kebiasaan membersihkan lahan dengan cara dibakar. Jika masyarakat melihat ada titik api, sekecil apa pun, segera laporkan ke Damkar Kabupaten Kediri agar kami bisa bertindak cepat sebelum situasi berubah menjadi tragedi yang menyayat hati,” pungkasnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIB saat korban mulai membakar sisa daun tebu kering (daduk) di lahannya. Seorang warga sempat mengingatkan korban agar menghentikan aktivitas tersebut karena cuaca panas dan berangin kencang, namun imbauan tersebut dihiraukan.
Sekitar pukul 13.00 WIB, warga mendapati lahan sudah terbakar hebat dan korban tidak merespons saat dipanggil. Setelah dilakukan pencarian bersama perangkat desa, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Pihak perangkat desa segera menghubungi Tim Damkar Pos Ngadiluwih, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Kedawung untuk proses penanganan situasi di lokasi kejadian.(Dk)












