Tumpahan Solar Picu 7 Pengendara Luka Ringan, Damkar Kabupaten Kediri Bergerak Cepat

Tumpahan Solar Picu 7 Pengendara Luka Ringan, Damkar Kabupaten Kediri Bergerak Cepat

KEDIRI, Wartajatim.id — Tumpahan bahan bakar jenis solar di Jalan Raya Kediri–Plosoklaten, tepatnya di Dusun Babakan, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (18/10/2026), membahayakan pengguna jalan. Sedikitnya tujuh pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.

Merespons laporan warga, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri dari Pos Grogol bergerak cepat melakukan penyemprotan untuk membersihkan tumpahan solar yang membuat permukaan jalan licin. Penanganan berlangsung selama kurang lebih satu jam 39 menit, mulai pukul 12.51 WIB hingga 14.30 WIB.

Informasi mengenai tumpahan solar tersebut disampaikan oleh warga bernama Sutrisno. Laporan diterima petugas setelah kondisi jalan dinilai membahayakan pengendara, terlebih setelah sejumlah pengguna sepeda motor dilaporkan terjatuh ketika melintas di lokasi.

Berdasarkan laporan kegiatan, tim Damkar Kabupaten Kediri berangkat menuju lokasi pada pukul 12.51 WIB dan tiba sekitar pukul 13.09 WIB. Petugas kemudian melakukan penyemprotan menggunakan armada pemadam bernomor polisi AG 8156 EP dengan kapasitas tangki 5.000 liter.

Penanganan dilakukan oleh Bidang Pencegahan Kebakaran sesuai prosedur operasional standar (SOP). Setelah proses penyemprotan dan pembersihan selesai, tumpahan solar berhasil ditangani dengan lancar.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menekankan pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat ketika terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Begitu menerima laporan adanya tumpahan solar yang membahayakan pengguna jalan, petugas Damkar Kabupaten Kediri segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Kami berupaya agar tumpahan tersebut dapat dibersihkan dengan cepat dan sesuai prosedur, sehingga risiko kecelakaan lanjutan dapat diminimalkan,” ujar Kaleb.

Penanganan tumpahan solar menjadi penting karena bahan bakar yang tercecer di permukaan aspal dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap jalan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pengendara kehilangan keseimbangan, terutama saat mengerem atau melakukan manuver mendadak.

Karena itu, kecepatan petugas dalam menangani kondisi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi kecelakaan lanjutan.

Dalam laporan petugas, tujuh pengendara sepeda motor tercatat mengalami luka ringan. Sementara itu, tidak ada korban luka berat maupun korban meninggal dunia yang dilaporkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kondisi jalan yang licin akibat tumpahan bahan bakar tidak boleh dianggap sepele. Selain membahayakan pengendara yang melintas pertama kali, kondisi tersebut juga dapat memicu kecelakaan susulan apabila tidak segera ditangani.

Kaleb juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan ketika melintasi jalan yang licin, serta tidak melakukan pengereman secara mendadak. Apabila menemukan tumpahan bahan bakar atau kondisi darurat lainnya, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepatnya,” tambahnya.

Kejadian di Desa Tugurejo ini memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam menyampaikan informasi ketika menemukan situasi darurat di lingkungan sekitar.

Laporan yang cepat memungkinkan petugas terkait segera melakukan penanganan sesuai kewenangannya. Dalam kasus tumpahan solar, langkah pembersihan diperlukan untuk mengurangi bahaya di jalan sekaligus membantu menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menjaga jarak aman, mengurangi kecepatan saat menghadapi kondisi jalan yang tidak normal, serta menghindari manuver mendadak apabila permukaan jalan terlihat licin.

Respons Damkar Kabupaten Kediri dalam menangani tumpahan solar tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan keadaan darurat yang membutuhkan kesiapsiagaan petugas dan dukungan informasi dari masyarakat.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *