SMPN 1 Kunjang Gelar Aksi Talibuy Sebagai Sarana Mengenalkan Khasanah Lokal dan Memupuk Rasa Kebersamaan Antar Murid dan Guru

Kediri – Wartajatim.id || Ditengah derasnya pengaruh budaya asing dan pesatnya perkembangan teknologi, Siswa – Siswi SMPN 1 Kunjang muncul sebagai penjaga tradisi lokal dengan kreativitas yang mereka miliki, nilai-nilai luhur seperti budaya gotong royong hinga jiwa petani kini dilestarikan melalui cara-cara modern seperti Aksi Talibuy di halaman sekolah setempat.

Para generasi Muda yang tumbuh di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, semakin di uji dalam menghadapi tantangan besar dalam menjaga identitas budaya tempat mereka di besarkan. Di Kecamatan Kunjang yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal yang terkenal di Kabupaten Kediri seperti budi daya tanaman Lidah Buaya ,untuk menjaga hal tersebut pengetahuan dan peran generasi muda khususnya Siswa SMPN 1 Kunjang ini menjadi sangat krusial.

Kelas bukan merupakan satu-satunya tempat belajar bagi murid, banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah pengetahuan dan pengalaman anak. salah satunya seperti yang dilakukan SMPN 1 Kunjang, seluruh warga sekolah termasuk
murid dan guru, bersama-sama menggelar aksi Tanam Lidah Buaya (Talibuy), Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh murid kelas 7, 8, dan 9 SMPN 1 Kunjang tersebut digelar selama dua hari pada tanggal 1 hingga 2 Maret 2026 lalu merupakan hasil kerja sama dengan PT Keong Nusantara Abadi yang sudah membantu menyediakan 270 bibit lidah buaya (aloe vera).

Kepala SMPN 1 Kunjang Kristien Endah Riwayati mengatakan, Ucapan terima
kasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya murid-murid yang telah
mensukseskan kegiatan ini.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal murid lebih mengenal
lingkungannya, mengingat di Kunjang memang dikenal sebagai penghasil lidah buaya,” ujarnya.

“Saya berharap dengan kegiatan seperti aksi Talibuy ini, murid bisa
mendapat manfaat lebih. Bukan hanya teori di kelas, melainkan berdampak dan berkontribusi bagi lingkungannya,” imbuhya

Kegiatan itu berlangsung penuh kebersamaan. Murid yang dibagi
dalam kelompok-kelompok kecil mendapat bimbingan tentang praktik menanam lidah buaya. mulai dari penataan tempat, komposisi sekam dan tanah, hingga jarak ideal tanam agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Usai mendapat bimbingan dari pihak pabrik murid yang didampingi oleh wali kelasnya berduyun-duyun memadati halaman sekolah untuk melakukan proses
penanaman.

Uniknya, dalam aksi Talibuy ini murid berinisiatif mengenakan kostum khas petani yang menjadi pekerjaan mayoritas warga kunjang mulai dari pakai kaos lengan panjang yang biasanya hadiah dari distributor pupuk, daster bagi yang perempuan, hingga topi serta caping untuk menghalau panas matahari.

Kristien menambahkan,”Mengapa lidah buaya? Tanaman berduri tipis ini memang jadi ciri khas Kunjang.
Banyak warga yang menanamnya. Baik di kebun khusus maupun halaman rumahnya. tak heran, Kunjang dikenal sebagai salah satu penghasil dan pengekspor aloevera terbesar di kediri,”jelasnya

Kegiatan ini digelar di tengah bulan Ramadan,lanjut Kristien,” meski tampak haus dan kelelahan, namun murid
dan guru terlihat bersemangat,” pungkas Kristien

Sementara itu Galang salah satu murid kelas 8E mengungkapkan, “Jaraknya harus pas. Jadi nanti kalau tanamannya tumbuh
besar tidak dempet-dempetan,” ujarnya

Hal senada juga di ugkapkan Zahra, murid 9A ini mengaku senang dengan kegiatan ini. Baginya, aksi Talibuy ini
memberi pengetahuan baru bagaimana menanam lidah buaya yang benar.

“Proses tanamnya tidak boleh
sembarangan,” katanya


Dalam kesempatan yang sama Fathiya, murid kelas 8F mengatakan menurutnya,
aksi Talibuy ini sangat bermanfaat, apalagi setelah menanam, murid juga diberi materi tentang pemanfaatan lidah buaya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tanaman ini bisa dibuat shampo juga dan kita juga di ajari cara membuatnya sendiri jadi sangat seru dan menambah pengalaman kita,” bebernya.(Dk)

Editor: Redaksi

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments

spot_img
spot_img