KEDIRI – Wartajatim.id || Tindakan membakar sampah tanpa pengawasan kembali memicu kerugian materiil. Kali ini, kebakaran melanda tumpukan sepah tebu milik warga di Dusun Slumbung, Desa Slumbung, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, pada Minggu (19/7/2026).
Laporan mengenai insiden ini diterima oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih pada pukul 10.39 WIB dari seorang warga bernama Ida Marsahira.
Berdasarkan keterangan dari pihak Satpol PP Kabupaten Kediri, api diduga kuat berasal dari rembetan pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke area tumpukan sepah tebu yang berada di dekat lokasi pembakaran sampah tersebut.
Merespons laporan tersebut, Tim Damkar Pos Ngadiluwih segera bergerak cepat. Berangkat dari markas pada pukul 10.41 WIB, tim tiba di lokasi kejadian hanya berselang delapan menit kemudian, tepatnya pukul 10.49 WIB.
Untuk menjinakkan si jago merah, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran, masing-masing satu unit dari Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter dan satu unit dari Pos Pare berkapasitas 5.000 liter dengan kekuatan enam personel.
Berkat kesigapan petugas, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 12.50 WIB sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa, baik luka ringan, luka berat, maupun meninggal dunia. Namun, pemilik lahan, H. Roni, harus menanggung kerugian materiil yang ditaksir mencapai ± Rp50.000.000. Di sisi lain, berkat respons cepat petugas, aset di sekitar lokasi kebakaran dengan nilai mencapai Rp350.000.000 berhasil diselamatkan dari amukan api.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Ia menekankan bahwa kerugian materiil yang terjadi seharusnya dapat dihindari jika masyarakat lebih disiplin.
”Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca sedang berangin,” tegas Kaleb.
Ia menambahkan bahwa pembakaran yang tidak diawasi sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan membahayakan lingkungan sekitar. “Mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama. Jangan meninggalkan api sekecil apa pun tanpa pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,”ujar Kaleb
Kaleb Untung menegaskan kembali komitmen pihaknya untuk selalu siaga melayani masyarakat. “Kami akan terus memperkuat kesiapsiagaan tim di seluruh pos damkar. Namun, partisipasi aktif warga dengan melaporkan potensi bahaya kebakaran sedini mungkin melalui kanal komunikasi resmi sangatlah krusial untuk meminimalisir dampak kerugian di lapangan,” tutupnya.(Dk)












