KEDIRI — Wartajatim.id || Tak selalu soal kobaran api. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri kembali menunjukkan bahwa kehadiran mereka juga dibutuhkan masyarakat dalam berbagai situasi darurat.
Kali ini, Damkar Pos Pare mendapat permintaan bantuan dari seorang warga bernama Supardi, Selasa (1/9/2026). Supardi datang langsung ke Kantor Damkar Pos Pare untuk meminta pertolongan setelah cincin yang melingkar di jari manis tangan kirinya tidak kunjung bisa dilepas.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena jari manis tangan kiri Supardi mengalami pembengkakan dan luka. Cincin yang semula dapat dikenakan dengan normal akhirnya menjadi sulit dilepaskan.
Daripada mengambil risiko dengan memaksakan cincin dilepas sendiri, Supardi memilih mendatangi petugas Damkar untuk mendapatkan penanganan.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan penanganan secara hati-hati. Proses evakuasi dilakukan dengan memotong cincin menggunakan mini grinder, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi jari korban.
Penanganan berlangsung sekitar sembilan menit, mulai pukul 12.08 WIB hingga 12.17 WIB. Hasilnya, cincin berhasil dilepas dengan aman dan lancar sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Dalam kejadian tersebut, Supardi mengalami luka ringan, berupa pembengkakan dan luka pada jari manis tangan kiri. Tidak terdapat korban luka berat maupun korban meninggal dunia.
Kegiatan tersebut berada di bawah penanggung jawab Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, dengan pelaksana kegiatan Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan kondisi ketika cincin atau benda berbentuk lingkaran mulai terasa terlalu ketat pada jari, terlebih jika sudah disertai pembengkakan.
Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak memaksakan pelepasan menggunakan benda tajam atau alat yang tidak sesuai karena justru dapat menyebabkan cedera.
“Jika cincin sudah sulit dilepas dan jari mulai membengkak, jangan dipaksakan. Segera minta bantuan kepada pihak yang memiliki peralatan dan kemampuan untuk melakukan penanganan secara aman,” demikian pesan dan imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat.
Kaleb juga menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan dalam setiap kondisi darurat. Masyarakat diharapkan segera mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan khusus.
“Damkar hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai situasi darurat sesuai tugas, kemampuan, dan SOP. Jangan ragu meminta bantuan ketika kondisi memang membutuhkan penanganan dengan peralatan khusus,” pesannya.
Kejadian di Pos Pare ini kembali memperlihatkan bahwa tugas Damkar tidak sebatas memadamkan kebakaran. Dengan personel, keterampilan, dan peralatan yang dimiliki, petugas juga dapat memberikan bantuan dalam kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan teknis dan cepat.
Bagi masyarakat, kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran sederhana: jangan menunggu sampai jari semakin membengkak ketika cincin sudah terasa terlalu sempit.
Jika cincin sudah sulit dilepas, terlebih disertai perubahan warna, nyeri, pembengkakan, atau luka, segera cari bantuan profesional. Jangan mencoba memotong cincin menggunakan alat berisiko tanpa pengetahuan dan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Kehadiran petugas Damkar Pos Pare dalam kejadian ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat hadir dalam berbagai bentuk.
Dari kobaran api hingga cincin yang terjepit di jari, Damkar tetap hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Karena bagi petugas, keadaan darurat sekecil apa pun tetap membutuhkan penanganan yang tepat dan aman.(Dk)












