Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Gelar LCC Wawasan Kebangsaan 2026, Regu Kecamatan Plosoklaten Raih Juara Pertama

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Gelar LCC Wawasan Kebangsaan 2026, Regu Kecamatan Plosoklaten Raih Juara Pertama

KEDIRI, Wartajatim.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri terus mendorong penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Wawasan Kebangsaan Jenjang Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Kediri Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi murid untuk mengembangkan pengetahuan, melatih daya pikir, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan sejak dini.

Dalam kompetisi yang diikuti 26 regu dari 26 kecamatan tersebut, Kecamatan Plosoklaten berhasil meraih juara pertama setelah menunjukkan kemampuan dan kekompakan hingga babak grand final. Prestasi ini menjadi salah satu hasil pembinaan pendidikan yang melibatkan sekolah, guru, pengawas, serta unsur pendidikan di tingkat kecamatan.

Tim Kecamatan Plosoklaten diperkuat tiga murid, yakni Maretta Navya Alma, murid kelas VI SDN Brenggolo 1; Naura Sannas Azkadina, murid kelas V SDN Plosolor; serta Wahyunia Dona Cristiani, murid kelas VI SDN Gondang.

Ketiganya mampu menunjukkan penguasaan materi, ketepatan menjawab pertanyaan, konsentrasi, dan kerja sama tim dalam menghadapi persaingan antarkecamatan. Hasil tersebut mengantarkan Plosoklaten menduduki posisi tertinggi dalam ajang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

LCC Wawasan Kebangsaan 2026 mengusung tema “Mewujudkan Murid yang Cerdas, Berwawasan Kebangsaan, Berkarakter, dan Bersatu untuk Indonesia serta Bangga Budaya Kediri”. Tema ini menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan identitas kebangsaan, dan pelestarian budaya daerah.

Sebanyak 78 murid mengikuti kompetisi ini. Setiap regu terdiri atas tiga peserta yang mewakili jenjang kelas IV, V, dan VI SD. Dengan komposisi tersebut, murid dari berbagai tingkat kelas memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam kompetisi edukatif yang menguji pengetahuan sekaligus kemampuan bekerja sama.

Penyelenggaraan LCC Wawasan Kebangsaan menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dalam menghadirkan pembelajaran yang mendorong murid memahami nilai-nilai kebangsaan secara lebih luas. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga belajar menerapkan kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan sikap menghargai perbedaan.

Materi perlombaan mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, pengetahuan umum, serta wawasan kebudayaan lokal.

Materi tersebut berkaitan erat dengan pembentukan karakter murid sebagai generasi penerus bangsa. Pemahaman tentang Pancasila dan keberagaman diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti menghormati teman, menjunjung kejujuran, bergotong royong, menaati aturan, dan menjaga kerukunan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya pendidikan untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi pengetahuan, melainkan sarana pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan, membangun sportivitas, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemahaman mengenai sejarah bangsa, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui sikap menghargai perbedaan, menjunjung kejujuran, bergotong royong, serta menjaga persatuan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selain wawasan kebangsaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri juga memberi perhatian pada pengenalan budaya lokal. Murid diharapkan mengenal sejarah Kediri, peninggalan sejarah, kesenian, tradisi, bahasa, dan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Penguatan wawasan kebangsaan dan pengenalan budaya lokal menjadi dua unsur yang saling melengkapi. Murid tidak hanya diharapkan memahami identitas bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap daerahnya serta menghargai keberagaman budaya yang memperkaya kehidupan masyarakat.

Rangkaian LCC Wawasan Kebangsaan 2026 diawali dengan babak penyisihan pada Senin (26/10/2026) di Ballroom Lotus Garden Hotel, Kota Kediri. Dari 26 regu yang mengikuti kompetisi, enam regu terbaik melaju ke babak semifinal dan grand final yang diselenggarakan pada Selasa (27/10/2026) di lokasi yang sama.

Babak semifinal hingga grand final berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Pada tahap penentuan, peserta dituntut menunjukkan penguasaan materi, konsentrasi, ketepatan menjawab, serta kekompakan untuk memperoleh nilai terbaik.

Berdasarkan hasil akhir perlombaan, Kecamatan Plosoklaten meraih juara pertama dengan nilai 1.700. Posisi kedua ditempati Kecamatan Puncu dengan nilai 1.300, disusul Kecamatan Grogol sebagai juara ketiga dengan nilai 1.200.

Sementara itu, juara harapan pertama diraih Kecamatan Kepung dengan nilai 950, juara harapan kedua Kecamatan Kayen Kidul dengan nilai 900, dan juara harapan ketiga Kecamatan Ngasem dengan nilai 700.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian peserta, para pemenang memperoleh trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Juara pertama menerima Rp6 juta, juara kedua Rp5,5 juta, juara ketiga Rp5 juta, juara harapan pertama Rp4,5 juta, juara harapan kedua Rp4 juta, serta juara harapan ketiga Rp3,5 juta.

Total uang pembinaan yang diberikan kepada enam peraih penghargaan tersebut mencapai Rp28,5 juta.

Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kemampuan murid dalam mengikuti kompetisi. Namun, nilai kegiatan tidak hanya terletak pada perolehan gelar juara. Seluruh peserta memperoleh pengalaman berkompetisi, menguji pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan belajar menerima hasil perlombaan secara sportif.

Sebelum mengikuti perlombaan tingkat kabupaten, setiap kecamatan terlebih dahulu melakukan penjaringan untuk menentukan murid yang akan mewakili wilayahnya. Proses seleksi dan pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta agar memiliki pengetahuan, kedisiplinan, komitmen, serta kesiapan mental.

Guru SDN Brenggolo 1 sekaligus salah satu pendamping tim Kecamatan Plosoklaten, Irfan Nurhuda, menjelaskan bahwa keberhasilan timnya tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Penjaringan peserta dilakukan melalui seleksi tingkat kecamatan oleh tim pendidikan Kecamatan Plosoklaten dengan dukungan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Setelah tim terbentuk, pembimbingan dilakukan oleh Machvud dari SDN Pranggang 1, Alfi dari SDN Pranggang 2, dan Irfan Nurhuda, dengan dukungan tim pendidikan Kecamatan Plosoklaten.

Persiapan meliputi pemberian materi tambahan, simulasi perlombaan berdasarkan petunjuk teknis kabupaten, serta penguatan mental agar para peserta lebih percaya diri dan tenang saat menghadapi kompetisi.

“Untuk pembimbingan, anak-anak sebenarnya sudah mendapatkan bekal dari Bapak dan Ibu Guru di lembaga masing-masing. Pembimbing di tingkat kecamatan hanya menambahkan sedikit materi, melakukan simulasi, dan lebih banyak memberikan penguatan mental agar anak-anak lebih tenang saat mengikuti perlombaan,” jelas Irfan.

Ia menambahkan bahwa dukungan dan doa dari berbagai pihak turut memberikan semangat kepada para peserta, terutama orang tua, guru, kepala sekolah, pengawas, serta teman-teman mereka.

Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil kerja bersama. Persiapan yang terarah, kolaborasi antarguru, dukungan sekolah dan keluarga, serta kesiapan mental menjadi bagian penting dalam mengantarkan tim menghadapi perlombaan.

Proses tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan prestasi murid membutuhkan sinergi berbagai unsur pendidikan. Penyelenggaraan kompetisi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan hasil pembinaan di sekolah dan kecamatan dalam sebuah ajang yang terukur.

Koordinator Pengawas Jenjang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Bambang Setyawan, S.Pd., M.Pd., berharap LCC Wawasan Kebangsaan dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami, ke depan kegiatan seperti ini bisa kembali diadakan secara berkelanjutan. Ini merupakan lomba cerdas cermat pertama dalam kurang lebih 20 tahun terakhir yang diselenggarakan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Karena itu, kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan kembali kompetisi edukatif serupa bagi murid-murid SD,” ujar Bambang.

Menurutnya, kompetisi seperti ini memberikan kesempatan kepada murid untuk menguji pengetahuan sekaligus melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan kemampuan berpikir cepat.

Harapan serupa disampaikan Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Inul Dwi Astuti, S.S. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan LCC Wawasan Kebangsaan jenjang SD pada 2026 merupakan pelaksanaan perdana sehingga evaluasi dan masukan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pada masa mendatang.

“LCC Wasbang jenjang SD ini adalah yg pertama sehingga kami sangat terbuka menerima saran membangun dari bapak ibu KS, guru, pengawas maupun pihak-pihak lain dengan harapan kegiatan serupa di tahun’ mendatang semakin baik,” ujar Inul Dwi Astuti,pada Selasa(27/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, mulai dari jajaran pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri hingga tim teknis yang bekerja sejak tahap persiapan sampai acara selesai.

“Kami sampaikan terimakasih yg sebesar-besarnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kab Kediri, Kepala Bidang Pendidikan SD, staf seksi kurikulum dan kesiswaan SD,Tim Juri tim teknis dan tim IT yg membantu kami mulai dari awal hingga selesainya acara, serta Hotel Lotus atas suksesnya kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Inul, keberhasilan pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai unsur yang terlibat. Koordinasi panitia, kesiapan tim juri, dukungan teknis, serta fasilitas tempat penyelenggaraan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kompetisi.

Ia berharap pelaksanaan LCC Wawasan Kebangsaan pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih baik, meriah, dan melibatkan dukungan yang lebih luas dari lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapan kami tahun depan kami bisa melaksanakan kegiatan lebih baik..lebih meriah dan bisa menghadirkan supporter yg lebih banyak juga,” tambahnya.

Harapan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus upaya pengembangan program pendidikan yang memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan potensi. Dengan menerima masukan dari kepala sekolah, guru, pengawas, dan pihak terkait, penyelenggaraan berikutnya diharapkan dapat semakin terarah, menarik, dan memberikan manfaat pendidikan yang lebih luas.

Keberlanjutan kegiatan edukatif semacam ini juga diharapkan memperluas kesempatan bagi sekolah untuk mengembangkan kemampuan murid di luar pembelajaran rutin di kelas. Dengan demikian, pembinaan prestasi dapat berjalan seiring dengan penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.


Apresiasi patut disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, panitia penyelenggara, dewan juri, tim teknis, tim IT, pengawas, koordinator wilayah pendidikan, kepala sekolah, guru pembimbing, orang tua, hingga seluruh peserta.

Dukungan dan kerja sama berbagai pihak menjadi unsur penting dalam mewujudkan kompetisi yang tertib dan edukatif. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat upaya bersama untuk menyediakan ruang bagi murid dalam mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan potensi mereka.

Dari sisi pendidikan, LCC Wawasan Kebangsaan menjadi kesempatan untuk mempertemukan semangat belajar, pembentukan karakter, dan pengenalan budaya lokal dalam satu kegiatan. Para murid tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga belajar menghargai proses, menaati aturan, menerima hasil perlombaan, dan menghormati peserta lain.

Pengalaman tersebut tetap bernilai bagi seluruh peserta, baik yang berhasil meraih penghargaan maupun yang belum memperoleh gelar juara. Setiap tahapan kompetisi menjadi bagian dari proses belajar yang dapat membantu murid mengembangkan pengetahuan, kedisiplinan, keberanian, dan sikap sportif.

Keberhasilan Maretta Navya Alma, Naura Sannas Azkadina, dan Wahyunia Dona Cristiani meraih juara pertama menjadi kebanggaan bagi Kecamatan Plosoklaten dan sekolah masing-masing. Prestasi ini juga memperlihatkan pentingnya pembinaan yang terarah, kerja sama antarguru, serta dukungan lingkungan pendidikan dalam membantu murid mengembangkan potensi.

Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, penyelenggaraan LCC Wawasan Kebangsaan menjadi salah satu bentuk komitmen menghadirkan ruang pembelajaran yang menggabungkan pengembangan pengetahuan dengan penanaman nilai-nilai karakter. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mengukur kemampuan sekaligus mempraktikkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.

Nilai penting kegiatan ini tidak hanya terletak pada perolehan gelar juara, tetapi juga pada pengalaman belajar yang diperoleh seluruh peserta. Keberanian tampil, kemampuan berpikir, ketepatan menjawab, dan sikap menghargai peserta lain merupakan bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri diharapkan terus mendorong program pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan prestasi akademik, penguatan wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, serta pelestarian budaya lokal.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, evaluasi penyelenggaraan, dan dukungan seluruh unsur pendidikan, LCC Wawasan Kebangsaan diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan edukatif yang semakin berkualitas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berkarakter, cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta memiliki komitmen menjaga persatuan Indonesia.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *