KEDIRI, Wartajatim.id – Berawal dari aktivitas pembakaran sisa daun kering, kobaran api justru merembet dan melahap rumpun bambu milik warga di Dusun Bulusari Selatan, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Selasa (3/11/2026) petang.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas membakar sampah maupun daun kering, terutama ketika angin bertiup kencang. Sebab, sisa bara dan abu pembakaran yang terbawa angin dapat memicu kebakaran di area sekitarnya.
Kebakaran yang terjadi di lingkungan RT 13/RW 03 tersebut diketahui bermula ketika sisa pembakaran daun kering di lokasi berbeda terbawa embusan angin hingga mengenai lahan rumpun bambu di sebelahnya. Tanpa disadari, api kemudian membesar dan membakar rumpun bambu milik Purwanto.
Melihat kobaran api semakin membesar, warga segera mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri.
Laporan diterima petugas pada pukul 17.49 WIB. Merespons laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol langsung bergerak pada pukul 17.55 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.05 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api semakin meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.
Dalam penanganan tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8156 EP. Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan proses pemadaman.
Berkat kesigapan petugas dan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP), kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.10 WIB.
Berdasarkan laporan hasil penanganan, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp3.500.000. Sementara itu, aset senilai sekitar Rp1.500.000 berhasil diselamatkan.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka, baik luka ringan maupun luka berat.
Menanggapi kejadian tersebut, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dapat bermula dari aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, pembakaran daun kering yang tidak diawasi dapat menimbulkan risiko serius, terlebih ketika kondisi angin cukup kencang dan lingkungan sekitar dipenuhi material yang mudah terbakar.
“Jangan pernah menganggap sepele aktivitas membakar daun kering maupun sampah. Api kecil sekalipun bisa berubah menjadi kebakaran besar apabila tidak dikendalikan, apalagi ketika angin bertiup kencang. Kejadian di Desa Bulusari ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati,” ujarnya.
Kaleb juga mengingatkan bahwa pencegahan kebakaran tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas pemadam kebakaran. Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi faktor penting untuk menghindari kejadian serupa.
Pesannya, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah atau daun kering secara sembarangan, terutama di dekat rumpun bambu, semak belukar, lahan kering, maupun bangunan.
“Pastikan lingkungan sekitar benar-benar aman sebelum melakukan aktivitas yang berhubungan dengan api. Jangan meninggalkan pembakaran tanpa pengawasan dan jangan sampai bara api masih tersisa ketika ditinggalkan. Apabila kondisi angin sedang kencang, sebaiknya hindari pembakaran karena risikonya jauh lebih besar,” pesannya.
Lebih lanjut, Kaleb menegaskan pentingnya kecepatan masyarakat dalam memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Laporan sedini mungkin akan membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran. Segera laporkan kepada petugas apabila mengetahui adanya kebakaran. Jangan menunggu api membesar, karena setiap menit sangat berarti dalam penanganan kebakaran,” tegasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, menjaga keamanan lingkungan dari ancaman kebakaran membutuhkan kesadaran bersama, mulai dari keluarga hingga seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan. Jangan sampai karena kelalaian kecil, dampaknya justru merugikan banyak pihak. Petugas Damkar siap memberikan pelayanan, tetapi langkah pencegahan terbaik tetap dimulai dari kesadaran kita masing-masing,” pungkasnya.
Peristiwa di Desa Bulusari menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran bisa muncul dari hal yang kerap dianggap biasa. Sisa pembakaran yang tidak terkendali, ditambah embusan angin kencang, dapat menjadi pemicu kebakaran yang berujung pada kerugian materiil.
Kesigapan warga melaporkan kejadian dan respons cepat lima personel Damkar Kabupaten Kediri menjadi bagian penting dalam penanganan peristiwa tersebut.
Sebab, mencegah kebakaran bukan hanya tentang memadamkan api ketika sudah membesar, melainkan bagaimana setiap orang memiliki kepedulian untuk memastikan api tidak pernah menjadi bencana.












