KEDIRI – Wartajatim.id || Suasana malam di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pare, Kabupaten Kediri, berubah menjadi penuh ketegangan sekaligus keharuan pada Kamis (9/7/2026) malam. Di tengah ketenangan malam, seorang anak bernama Khadra, warga Desa Bendo Lor, melangkah masuk ke pos dengan wajah menahan tangis dan rona kesakitan yang mendalam.
Jari telunjuk tangan kiri bocah malang itu tampak memerah, membengkak, dan terkunci rapat oleh sebuah cincin yang tidak bisa dilepas. Rasa nyeri yang hebat membuat Khadra tak mampu menyembunyikan rasa takutnya. Melihat kondisi sang anak yang menderita, naluri kemanusiaan para petugas Damkar langsung tergerak. Di bawah komando langsung Kabid Pencegahan Kebakaran, para petugas dengan sigap namun penuh kelembutan langsung mempersiapkan tindakan penyelamatan.
Menghadapi situasi sensitif ini, petugas harus bertaruh dengan waktu dan ruang yang sangat sempit. Menggunakan gerinda mini dan tang potong, petugas mulai memotong logam cincin tersebut. Suasana seketika menjadi hening dan menegangkan. Setiap gesekan alat, percikan kecil, dan deru mesin mini di dekat kulit lembut sang anak ditangani dengan kehati-hatian yang luar biasa. Petugas bekerja ekstra sabar, menenangkan hati Khadra yang ketakutan, sembari menjaga agar jemari mungil itu tidak tergores sedikit pun.
Dedikasi tanpa batas dan profesionalisme tinggi yang ditunjukkan petugas Damkar Pare membuahkan hasil manis. Kurang dari 20 menit berlalu—tepat pukul 18.54 WIB—terdengar bunyi lirih logam yang terputus. Cincin berhasil dilepas dengan aman tanpa menimbulkan luka tambahan sedikit pun. Isak tangis menahan sakit kini berganti dengan helaan napas lega dan senyum syukur.
Keberhasilan evakuasi yang menyentuh hati ini mendapat perhatian khusus dan apresiasi mendalam dari Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono. Beliau tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya terhadap ketulusan dan kinerja para anggotanya di lapangan.
”Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kabid Pencegahan Kebakaran beserta seluruh personel Pos Damkar Pare. Malam ini, mereka tidak hanya bekerja dengan keahlian, tetapi juga dengan hati. Evakuasi ini membutuhkan ketenangan dan kelembutan luar biasa agar anak kita, Khadra, tidak mengalami trauma atau luka baru,” ungkap Kaleb Untung Satrio Wicaksono dengan penuh rasa bangga.
Beliau menambahkan bahwa momen malam ini adalah bukti nyata dari esensi tugas pemadam kebakaran yang sesungguhnya: menjadi pelindung dan penolong masyarakat di kala mereka paling membutuhkan.
”Petugas di lapangan telah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pemadam api, melainkan pahlawan kemanusiaan yang siap hadir dengan penuh kasih sayang. Kami mengingatkan seluruh warga Kabupaten Kediri, pintu pos kami selalu terbuka 24 jam untuk membantu Anda dalam kesulitan apa pun. Jangan pernah ragu untuk datang,” pungkasnya.












