KEDIRI – Wartajatim.id || Suasana malam Jumat di area pemakaman RT 02 / RW 01, Dusun Ngasem, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mendadak pecah oleh kepanikan. Sebuah pohon beringin besar yang berdiri kokoh di area makam setempat, dilaporkan terbakar hebat dan berubah menjadi kobaran api raksasa pada Kamis (9/7/2026) malam.
Bagi masyarakat Jawa, kombinasi antara pohon beringin tua, area pemakaman, dan malam Jumat kerap kali mengundang berbagai spekulasi mistis dan rasa penasaran yang mendalam. Tak heran, kepulan asap hitam dan kobaran api yang melesat tinggi menembus langit malam di atas kompleks makam tersebut langsung memicu tanda tanya besar serta kehebohan di kalangan warga net maupun masyarakat sekitar yang menyaksikannya.
Namun, di balik atmosfer malam yang memicu rasa penasaran publik tersebut, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Berdasarkan informasi resmi, amukan si jago merah yang melahap ranting-ranting tua pohon beringin besar ini diduga kuat dipicu oleh faktor manusia, yakni aksi pembakaran yang disengaja oleh seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Melihat pohon beringin di area makam mulai dikepung api yang kian membesar, warga tidak tinggal diam. Seorang warga bernama Handi langsung bergerak cepat menghubungi petugas demi mencegah api merembet luas ke area sekitar pemakaman.
Di sinilah sinyal darurat diuji, dan Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol membuktikan kelasnya.
Hanya butuh waktu 3 menit setelah laporan masuk pada pukul 18.50 WIB, armada pemadam kebakaran sudah langsung menderu membelah jalanan pada pukul 18.53 WIB. Menembus kegelapan malam, tim tangguh ini tiba di lokasi makam tepat pukul 19.10 WIB dan langsung mengambil tindakan ofensif untuk menjinakkan api, memecah segala ketegangan misteri malam itu dengan profesionalisme kerja.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengonfirmasi bahwa penanganan pohon beringin raksasa ini membutuhkan taktik matang agar api tidak meluas. Satu unit armada pos Grogol berkapasitas tak main-main, yakni 5.000 liter (AG 8156 EP), diterjunkan bersama 5 personel terbaik dari Bidang Pencegahan Kebakaran.
”Begitu tiba, tim langsung melakukan lokalisir. Medan di area makam dan objek pohon beringin besar tentu memiliki tantangan tersendiri, namun personel kami bergerak taktis sesuai SOP. Sejak penyemprotan pertama di pukul 19.13 WIB, amukan api akhirnya berhasil dipadamkan total secara aman pada pukul 20.30 WIB,” tegas Kaleb, mengapresiasi kerja keras anggotanya di lapangan.
Meski sempat memicu rasa penasaran dan ketegangan karena objek yang terbakar adalah pohon beringin besar di malam hari, profesionalisme Tim Damkar memastikan tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun kerugian material dalam insiden ini.
Di balik ketegangan evakuasi tersebut, Kaleb Untung Satrio Wicaksono juga memberikan pernyataan mendalam yang menyentuh sisi sosial masyarakat. Ia meminta agar insiden yang melibatkan warga berkebutuhan khusus ini dihadapi dengan kepala dingin dan hati yang bijak.
”Kami sangat bersyukur tidak ada korban dalam kejadian ini. Terkait dugaan pemicu kebakaran, kami mengetuk hati masyarakat untuk tidak menghakimi atau menjauhi saudara-saudara kita yang sedang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Mereka tidak berniat merusak, melainkan membutuhkan rangkulan, perhatian, dan penanganan medis yang tepat,” tutur Kaleb secara humanis.
Kaleb juga memuji habis-habisan sinergi antara warga dan petugas yang menjadi kunci sukses padamnya api di pohon beringin tersebut.
”Kejadian malam ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan lingkungan berawal dari kepedulian warga. Kecepatan laporan dari Pak Handi dan warga setempat telah menyelamatkan area makam ini dari kerusakan yang lebih luas. Ke depan, mari kita bangun lingkungan yang saling peduli, peduli pada keamanan desa, sekaligus peduli dan memanusiakan warga yang membutuhkan perhatian khusus. Jika melihat ada indikasi aktivitas yang membahayakan, segera komunikasikan dengan perangkat desa atau Dinas Sosial agar bisa dievakuasi secara humanis,” imbaunya.
Kini, pohon beringin di Makam Ngasem telah kembali teduh dan situasi dipastikan aman terkendali. Berkat respons secepat kilat dan ketangguhan Tim Damkar Kediri, potensi bencana besar di malam hari berhasil diredam dengan sempurna tanpa menyisakan kepanikan yang berkepanjangan.(Dk)












