Bakar Sampah Berujung Petaka, Lahan Tebu di Mojo Kediri Dilalap Api, Damkar Turun Tangan

Bakar Sampah Berujung Petaka, Lahan Tebu di Mojo Kediri Dilalap Api, Damkar Turun Tangan

KEDIRI, Wartajatim.id — Kebakaran melanda lahan tebu milik Ahmad Jaenuri di RT 02/RW 04, Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (13/9/2026) sore.

Kebakaran tersebut diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke lahan tebu di sekitarnya dan semakin membesar setelah dipengaruhi tiupan angin yang cukup kencang.

Warga sekitar sempat berupaya melakukan pengendalian secara mandiri. Namun, kobaran api yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak maksimal. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan.

Laporan diterima petugas Damkar Kabupaten Kediri sekitar pukul 14.30 WIB dari Jaenuri. Selang satu menit kemudian, tepat pukul 14.31 WIB, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol bergerak menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 15.05 WIB dan langsung melakukan penanganan.

Dalam proses pemadaman, lima personel Damkar Pos Grogol bersinergi dengan tiga anggota BPBD, warga sekitar, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta dua relawan dari Tantular.

Petugas bersama seluruh unsur yang terlibat berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas. Pemadaman dilakukan secara bertahap hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Proses penanganan berlangsung mulai sekitar pukul 15.10 WIB hingga 19.30 WIB.

Berdasarkan laporan penanganan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia tercatat nihil.

Sementara itu, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp50 juta, sedangkan nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan juga mencapai Rp50 juta.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api, terutama ketika dilakukan di sekitar lahan kering atau tanaman yang mudah terbakar.

Menurutnya, kondisi angin yang cukup kencang dapat membuat api dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan. Karena itu, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan atau menghasilkan sumber api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pembakaran sampah. Jangan meninggalkan api sebelum dipastikan benar-benar padam, terlebih jika berada di dekat lahan kering atau tanaman yang mudah terbakar. Sedikit kelalaian dapat menyebabkan api merembet dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” demikian imbauan Kaleb.

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran yang berpotensi meluas. Kecepatan laporan dan penanganan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi kebakaran. Jika menemukan api yang mulai tidak terkendali, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Peristiwa kebakaran di lahan tebu tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah tetap membutuhkan kewaspadaan. Terlebih ketika dilakukan di sekitar area yang terdapat tanaman kering dan mudah terbakar.

Sinergi antara Damkar, BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan dan masyarakat dalam penanganan kejadian tersebut turut mempercepat proses pemadaman sehingga api dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *