Diduga Api Pembakaran Sampah Membesar Diterpa Angin, Damkar Kediri Padamkan Lahan Kosong di Pare

Diduga Api Pembakaran Sampah Membesar Diterpa Angin, Damkar Kediri Padamkan Lahan Kosong di Pare

KEDIRI, Wartajatim.id || Kebakaran terjadi di sebuah lahan kosong di Dusun Cangkring, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026). Api dilaporkan membesar setelah kegiatan pembakaran sampah di sekitar lokasi diduga terbawa angin yang cukup kencang.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 10.33 WIB. Setelah menerima laporan, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare segera bergerak menuju lokasi pada pukul 10.37 WIB.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB dan langsung melakukan penanganan untuk mencegah kobaran api meluas ke area lain.

Dalam proses pemadaman, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit armada, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, yakni armada dengan nomor AG 8157 EP dan AG 8162 GP. Sebanyak enam personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan memastikan kondisi di sekitar titik kebakaran tetap aman.

Berdasarkan laporan petugas, api bermula ketika terdapat aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong tersebut. Kondisi angin yang cukup kencang kemudian membuat api berkembang dan semakin sulit dikendalikan.

Petugas selanjutnya melakukan pemadaman menggunakan peralatan dan armada yang tersedia. Upaya tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 12.25 WIB.

Setelah dilakukan penanganan, kobaran api berhasil dipadamkan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP). Petugas juga memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, khususnya di lahan terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama ketika kondisi angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujar Kaleb.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan. Apabila masyarakat menemukan adanya api yang berpotensi meluas dan tidak mampu dikendalikan, laporan secepatnya kepada petugas sangat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kecepatan informasi dan respons petugas sangat penting. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran,” imbuhnya.

Dalam kejadian ini, tidak terdapat laporan korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia. Sementara itu, laporan petugas juga mencatat tidak ada kerugian maupun aset yang dilaporkan terselamatkan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pembakaran sampah di lahan terbuka perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan memperhatikan kondisi lingkungan. Terlebih saat angin bertiup kencang, bara api dapat dengan mudah menyebar dan memicu kebakaran yang lebih luas.

Hingga penanganan selesai, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan telah aman dan api berhasil dipadamkan.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *