Kelalaian Berujung Kerugian: Lahan Tebu di Ngasem Terbakar, Damkar Kediri Ingatkan Waspada Musim Kemarau

Kelalaian Berujung Kerugian: Lahan Tebu di Ngasem Terbakar, Damkar Kediri Ingatkan Waspada Musim Kemarau

Oplus_131072

​KEDIRI – Wartajatim.id || Suasana tenang di Dusun Sumber, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, mendadak mencekam pada Minggu (19/7/2026) siang. Kepulan asap tebal membubung tinggi dari lahan tebu milik warga, memicu kepanikan warga sekitar saat api mulai merambat liar akibat embusan angin kencang di tengah cuaca panas yang terik.

​Insiden ini diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan milik warga bernama Diah. Tanpa pengawasan yang memadai, api dengan cepat melahap dedaunan kering, merembet ke area tebu yang siap panen, dan mengancam lingkungan sekitar.


​Laporan segera masuk ke pos pemadam kebakaran pada pukul 14.06 WIB melalui warga setempat, Amin Wicaksono. Menanggapi laporan tersebut, tim Damkar Pos Grogol bergerak sigap membelah jalan menuju lokasi kejadian.

​”Kami menerima laporan pukul 14.06 WIB, dan tim tiba di lokasi pada pukul 14.30 WIB. Prioritas kami adalah melokalisasi api agar tidak merembet ke pemukiman warga,” ujar Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono.

​Dalam operasi yang berlangsung sekitar satu jam lebih tersebut, lima personel Damkar berjibaku menjinakkan api. Menggunakan satu armada dengan kapasitas 5.000 liter, api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 15.40 WIB, setelah dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu bara susulan.


​Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, kerugian materiil tidak terelakkan. Lahan tebu seluas 700 meter persegi hangus terbakar dengan taksiran kerugian mencapai Rp8 juta. Namun, kesigapan petugas berhasil meminimalisir dampak yang lebih luas, dengan menyelamatkan aset di sekitar lokasi yang nilainya mencapai Rp50 juta.

​​Musim kemarau dengan karakteristik angin kencang di wilayah Kediri memang menuntut kewaspadaan ekstra. Fenomena pembakaran sampah yang kerap dianggap sepele, terbukti berisiko tinggi memicu bencana kebakaran lahan.

​Menanggapi insiden ini, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengajak masyarakat untuk mengedepankan empati dan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

​”Kami sangat memahami bahwa membakar sampah sering kali dianggap sebagai solusi praktis. Namun, mari kita kembali pada rasa kemanusiaan kita. Setiap kali kita menyalakan api, bayangkanlah usaha keras para petani yang terancam sirna dalam sekejap, atau keselamatan tetangga kita yang terganggu. Mari kita bijak, karena menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab petugas, melainkan wujud kepedulian kita terhadap sesama warga Kediri,” tutur Kaleb dengan nada persuasif.

​Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengimbau masyarakat untuk menghindari pembakaran sampah terbuka, terutama di area pertanian yang kering. Warga diminta untuk tetap waspada dan tidak ragu segera menghubungi nomor darurat Damkar jika melihat titik api, sekecil apa pun, agar penanganan dapat dilakukan sebelum api menjadi tidak terkendali.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *