KEDIRI – Wartajatim.id || Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Dusun Joho, RT. 08 RW. 02, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Minggu (19/7/2026) sore. Api diduga muncul akibat kelalaian pemilik rumah saat memasak menggunakan tungku kayu bakar.
Peristiwa tersebut menimpa rumah milik Bapak Roib Fahrurozi. Berdasarkan keterangan resmi, insiden bermula saat pemilik rumah memasak air menggunakan tungku kayu, kemudian meninggalkan rumah menuju kediaman orang tuanya tanpa memastikan api di tungku telah padam. Api dengan cepat merembet ke tumpukan kayu dan barang-barang yang mudah terbakar di sekitar dapur.
Laporan mengenai kebakaran diterima petugas pada pukul 17.10 WIB dari warga setempat bernama Marsum. Merespons laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Grogol bergerak cepat menuju lokasi. Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan 1 unit armada Pos Damkar Grogol berkapasitas 5000 liter dengan nomor polisi AG 8156 EP, didukung oleh 5 orang personel terlatih serta tambahan 1 unit armada dari Damkar Kota Kediri. Berkat sinergi tim, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.48 WIB.
Kebakaran ini berdampak pada bangunan rumah dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai ± 6×12 meter persegi. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp20.000.000. Namun, berkat kesigapan petugas, harta benda senilai kurang lebih Rp150.000.000 berhasil diselamatkan dari amukan api.
Di balik laporan teknis tersebut, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan rasa empati yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Bapak Roib Fahrurozi.
“Kami sangat memahami bahwa musibah tidak pernah direncanakan. Kehilangan sebagian tempat bernaung tentu bukan hal yang mudah. Kami bersyukur, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, karena bagi kami, keselamatan nyawa adalah hal yang paling utama dan tidak ternilai harganya,” ungkap Kaleb Untung dengan nada haru.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk saling menguatkan. “Mari kita jadikan ini sebagai pengingat untuk saling menjaga. Rumah adalah tempat di mana kasih sayang tumbuh, dan menjaga rumah agar tetap aman berarti kita sedang menjaga keutuhan keluarga kita. Semoga Bapak Roib Fahrurozi diberikan ketabahan dan kekuatan untuk segera bangkit kembali setelah ujian ini,” tambahnya.
Berkaca dari kejadian ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk senantiasa ekstra waspada, khususnya saat menggunakan alat masak tradisional seperti tungku.
”Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Kelalaian kecil dapat berdampak fatal bagi keselamatan diri dan lingkungan,” tegas Kaleb. Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.(Dk)












