Minggu Kasih Polsek Pesantren, Kompol Siswandi Rajut Toleransi dan Tebar Pesan Kemanusiaan

Minggu Kasih Polsek Pesantren, Kompol Siswandi Rajut Toleransi dan Tebar Pesan Kemanusiaan

KEDIRI KOTA, Wartajatim.id – Menjaga kerukunan bukan sekadar menghormati perbedaan, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang mampu saling menghargai, peduli, dan tidak menyakiti sesama. Pesan kemanusiaan tersebut menjadi salah satu penekanan Kapolsek Pesantren Polres Kediri Kota, Kompol Siswandi, S.H., saat menggelar program Quick Win Minggu Kasih di Gereja Setya Bakti, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu (8/11/2026).

Melalui kegiatan tersebut, kepolisian tidak hanya hadir untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga membangun komunikasi lintas agama serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu dihadiri Pendeta Tatang Efendi bersama pengurus dan jemaat Gereja Setya Bakti. Kapolsek Pesantren didampingi Kasi Humas Polsek Pesantren, Aipda Ainul Huda dari Unit Intelkam, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Burengan, Aipda Abd Yusuh.

Dalam pertemuan tersebut, Kompol Siswandi menyampaikan apresiasi kepada pihak gereja dan seluruh jemaat yang selama ini turut menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama di wilayah Kecamatan Pesantren.

Menurutnya, terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis membutuhkan keterlibatan semua pihak. Perbedaan latar belakang maupun keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan kepedulian sosial.

“Terima kasih kepada pihak gereja, pendeta, pengurus, dan seluruh jemaat yang selama ini ikut menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama. Kami berharap hubungan baik ini terus dipertahankan. Keamanan dan kenyamanan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Kompol Siswandi.

Tidak hanya berbicara mengenai keamanan, Kompol Siswandi juga menyampaikan pesan kehidupan yang menyentuh tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.

Ia mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, apabila menemukan seseorang melakukan kekeliruan, hendaknya diberikan nasihat dengan cara yang baik, bukan justru mencela atau merasa senang ketika orang lain mengalami kesulitan.

“Apabila ada saudara kita yang melakukan kesalahan, ingatkanlah dengan baik. Jangan sampai kita justru merasa senang ketika orang lain mengalami kesulitan. Kita harus saling membantu, menghargai, dan menjaga satu sama lain,” pesannya.

Menurutnya, kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga perkataan, perbuatan, dan tidak mudah menghakimi orang lain.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Pesantren juga mengajak jemaat untuk menghadapi setiap persoalan kehidupan dengan kesabaran, keteguhan hati, serta senantiasa melibatkan Tuhan.

Ia mengibaratkan kehidupan manusia sebagai sebuah proses panjang yang membutuhkan perjuangan. Sebagaimana manusia berada dalam kandungan ibu selama kurang lebih sembilan bulan sebelum dilahirkan, keberhasilan pun tidak dapat diraih secara instan.

“Jangan pernah lelah untuk berbuat baik. Hadapi setiap persoalan dengan melibatkan Tuhan. Segala sesuatu membutuhkan proses dan tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Semua membutuhkan perjuangan dan kesabaran,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan serta tetap mengedepankan sikap positif dalam menjalani kehidupan.

Selain membangun toleransi, Kompol Siswandi turut mengingatkan bahwa potensi gangguan keamanan dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk tempat ibadah.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan membangun komunikasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

Menurutnya, program Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui kerja sama nyata antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Kompol Siswandi juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Pesantren selama menjalankan amanah tugasnya.

“Selama saya masih diberikan amanah bertugas di sini, saya berharap kita semua dapat terus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Mari kita bangun komunikasi dan kepedulian agar situasi tetap aman serta kondusif,” tegasnya.

Menjelang perayaan Tahun Baru, ia juga menyampaikan bahwa kepolisian akan berupaya memberikan pengamanan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan yang disertai penyalaan kembang api, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan ketentuan yang berlaku.

Bagi Polsek Pesantren, Minggu Kasih menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan dialogis dan humanis.

Kehadiran polisi di tengah jemaat diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat kepercayaan serta membangun semangat persaudaraan tanpa membedakan latar belakang agama.

Kompol Siswandi berharap nilai toleransi, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

“Kerukunan dan keamanan harus kita jaga bersama. Mari saling menghormati, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan jangan pernah lelah berbuat baik. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,” pungkasnya.

Kegiatan Minggu Kasih di Gereja Setya Bakti berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Polsek Pesantren terus memperkuat semangat Polisi Bersama Masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, dekat dengan masyarakat, serta menjunjung tinggi toleransi.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *