KEDIRI, Wartajatim.id – Aktivitas masyarakat di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Kecamatan Ngasem, hingga larut malam menjadi perhatian petugas gabungan. Untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum, Satpol PP Kabupaten Kediri bersama Polsek Ngasem dan Satlantas Polres Kediri melaksanakan patroli gabungan bertajuk Sabtu Ceria, Sabtu (7/11/2026) malam.
Patroli yang dimulai pukul 23.30 WIB tersebut menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Monumen SLG, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta hingga pertigaan Tepus.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif lintas instansi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan ruang publik tetap dapat dimanfaatkan dengan nyaman tanpa mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.
Sebelum bergerak ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti arahan dan petunjuk pelaksanaan (APP) yang dipimpin Kapolsek Ngasem. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan langkah dan memastikan pelaksanaan patroli berjalan efektif serta mengedepankan pendekatan persuasif.
Saat tiba di kawasan Monumen SLG, petugas gabungan melakukan pemantauan situasi sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih berkumpul agar segera membubarkan diri.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan ketertiban, terutama pada malam akhir pekan ketika aktivitas masyarakat di ruang publik masih berlangsung.
Petugas kemudian melanjutkan patroli menyusuri Jalan Soekarno-Hatta hingga pertigaan Tepus. Berdasarkan laporan hasil kegiatan, situasi di kawasan Monumen SLG terpantau aman dan kondusif, sementara kondisi di pertigaan Tepus berlangsung ramai lancar.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menegaskan bahwa patroli gabungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian untuk menjaga ketertiban umum melalui pengawasan langsung di lapangan.
“Patroli ini merupakan langkah pencegahan agar aktivitas masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan, tetap berjalan tertib. Kami ingin memastikan ruang publik dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat lainnya,” ujar Kaleb.
Ia menjelaskan, kehadiran petugas tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban bersama.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, agar tetap memperhatikan waktu dan situasi ketika berkumpul di ruang publik. Apabila petugas memberikan imbauan untuk membubarkan kerumunan, kami berharap dapat dipatuhi dengan kesadaran dan penuh tanggung jawab,” imbaunya.
Kaleb menegaskan, menjaga ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat pemerintah maupun kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.
“Jangan sampai aktivitas yang awalnya hanya berkumpul dan bersantai justru berujung pada gangguan ketertiban atau mengurangi kenyamanan pengguna fasilitas umum lainnya. Karena itu, kami mengedepankan langkah persuasif dan humanis, tetapi ketertiban tetap harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar masyarakat turut menjaga fasilitas umum, menghormati pengguna jalan, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan.
“Silakan masyarakat menikmati suasana malam bersama keluarga maupun teman, tetapi tetap ada aturan dan kepentingan orang lain yang harus dihormati. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan nyaman,” pesannya.
Kaleb berharap kegiatan patroli gabungan seperti Sabtu Ceria dapat terus memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban di wilayah Kabupaten Kediri.
“Harapan kami, terciptanya situasi yang aman dan kondusif bukan hanya karena ada petugas yang melakukan patroli, melainkan tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri. Ketika aparat dan masyarakat memiliki kepedulian yang sama, ketertiban akan lebih mudah diwujudkan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Satpol PP Kabupaten Kediri bersama Polsek Ngasem dan Satlantas Polres Kediri menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Lebih dari sekadar patroli malam, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ruang publik merupakan milik bersama. Menjaganya tetap tertib, aman, dan nyaman membutuhkan kesadaran serta tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.(Dk)












