JOMBANG, Wartajatim.id – Upaya memperkuat keselamatan perjalanan kereta api terus dikebut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Setelah melakukan perbaikan geometri perlintasan sebidang di Kabupaten Kediri dan Tulungagung, kini giliran Kabupaten Jombang menjadi sasaran pembenahan infrastruktur perkeretaapian.
Kali ini, KAI Daop 7 Madiun menyasar perlintasan sebidang (JPL) Nomor 59 yang berada di Jalan Raya Sumobito, Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026), mulai pukul 00.01 hingga 05.00 WIB. Masyarakat yang biasa melintasi kawasan tersebut, khususnya pada waktu dini hari, diimbau mengantisipasi kemungkinan perlambatan arus lalu lintas selama proses pengerjaan.
Perbaikan geometri perlintasan ini merupakan bagian dari pemeliharaan teknis untuk memastikan kondisi prasarana tetap optimal dan memenuhi standar keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat kualitas infrastruktur perkeretaapian merupakan salah satu faktor penunjang keselamatan, keandalan operasional, serta kelancaran perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa pengerjaan di wilayah Jombang merupakan kelanjutan dari program peningkatan kualitas prasarana yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Kediri dan Tulungagung.
“Perawatan dan peningkatan kualitas prasarana merupakan komitmen utama KAI dalam menjaga keselamatan operasional perjalanan kereta api. Setelah fokus perbaikan geometri di wilayah Kabupaten Kediri dan Tulungagung, kali ini tim kami melanjutkan perbaikan geometri di wilayah Kabupaten Jombang,” ujar Tohari,Sabtu (7/11/2026).
Perluasan pekerjaan pemeliharaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan KAI Daop 7 Madiun menghadapi masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Menjelang periode libur akhir tahun, kesiapan infrastruktur menjadi perhatian penting. Meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa liburan membutuhkan dukungan prasarana yang terpelihara dengan baik agar operasional perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan andal.
Karena itu, KAI Daop 7 Madiun terus memacu pelaksanaan pemeliharaan agar target peningkatan kualitas prasarana dapat diselesaikan sesuai rencana sebelum masa angkutan akhir tahun berlangsung.
“Kami akan terus memacu pekerjaan ini agar seluruh target pemeliharaan prasarana dapat tercapai demi kelancaran perjalanan KA,” jelas Tohari.
Melalui pemeliharaan secara berkelanjutan, KAI berharap kualitas infrastruktur perkeretaapian tetap terjaga sehingga mampu menunjang keselamatan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah upaya peningkatan kualitas infrastruktur tersebut, masyarakat pengguna jalan juga perlu memperhatikan aktivitas pengerjaan di perlintasan JPL 59 Sumobito.
Selama pekerjaan berlangsung, aktivitas petugas, penggunaan peralatan kerja, serta penempatan material di sekitar lokasi berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.
Pengguna jalan yang hendak melintasi Jalan Raya Sumobito pada Minggu dini hari diimbau mengatur waktu keberangkatan dan mengantisipasi kemungkinan perlambatan kendaraan. Apabila memungkinkan, masyarakat dapat mempertimbangkan jalur alternatif agar perjalanan tetap berjalan lancar.
Tohari menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas potensi keterlambatan atau ketidaknyamanan lalu lintas yang timbul selama pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan, mengantisipasi perjalanan, serta memperhitungkan rute atau jalur alternatif apabila memungkinkan,” tambah Tohari.
Selain mengatur waktu perjalanan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika mendekati kawasan pekerjaan. Pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti petunjuk petugas di lapangan, serta tidak menerobos batas pengamanan area pengerjaan.
Kepatuhan terhadap pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama, baik bagi pengguna jalan maupun petugas yang tengah melaksanakan pemeliharaan prasarana.
Berlanjutnya perbaikan dari Kediri dan Tulungagung hingga Jombang menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 7 Madiun dalam menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur perkeretaapian secara berkesinambungan.
Melalui langkah tersebut, KAI berharap kesiapan prasarana semakin optimal sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga sekaligus mampu mendukung kelancaran Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.(Dk)












