Lahan Jati di Kedawung Mojo Terbakar, Damkar Bergerak Cepat Selamatkan Aset Rp15 Juta

Lahan Jati di Kedawung Mojo Terbakar, Damkar Bergerak Cepat Selamatkan Aset Rp15 Juta

KEDIRI – Wartajatim.id || Kobaran api membakar lahan jati milik warga bernama Tukri di wilayah RT 01/RW 03, Dusun Kedawung, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (13/9/2026) malam.

Peristiwa tersebut sempat membuat warga khawatir lantaran kobaran api terlihat cukup besar di area lahan. Beruntung, laporan warga dengan cepat diteruskan kepada petugas sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Informasi mengenai kebakaran diterima petugas pada sekitar pukul 19.43 WIB. Seorang warga yang sedang melintas melihat adanya kobaran api di lahan jati milik Tukri. Warga tersebut kemudian melaporkan kejadian kepada perangkat desa, yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Mendapat laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih langsung bergerak pada pukul 19.45 WIB dengan mengerahkan satu unit truk pemadam dan empat personel.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.05 WIB. Tanpa menunggu lama, personel langsung melakukan penanganan terhadap titik api untuk mencegah kobaran semakin meluas.

Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 21.40 WIB. Setelah dilakukan pemadaman dan penanganan di lokasi, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban luka maupun korban jiwa. Sementara itu, berdasarkan laporan petugas, tidak terdapat nominal kerugian yang tercatat. Adapun aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.

Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menegaskan bahwa kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian kebakaran sangat penting untuk mencegah api berkembang semakin luas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan api, sekecil apa pun sumbernya. Ketika melihat adanya kobaran api, segera laporkan kepada perangkat desa atau petugas pemadam kebakaran agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,” ujar Kaleb.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan kebakaran, terutama ketika beraktivitas di kawasan yang terdapat vegetasi atau material yang mudah terbakar.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan dalam keadaan masih menyala. Jangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran tanpa pengawasan dan tetap utamakan keselamatan,” pesannya.

Kaleb menambahkan, penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat. Laporan yang cepat dan informasi lokasi yang jelas akan membantu petugas tiba di lokasi dalam waktu sesingkat mungkin.

Peristiwa kebakaran lahan jati di Kedawung ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Terlebih, penanganan sedini mungkin dapat membantu mencegah api merambat ke area lain serta meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.

Hingga pemadaman selesai, tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia. Penyebab pasti kebakaran juga belum disebutkan dalam laporan petugas, sehingga belum dapat disimpulkan mengenai sumber awal munculnya api.(Dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *