KEDIRI, Wartajatim.id || Kebakaran melanda lahan dan gudang milik Radio Wijang Songko (RWS) di wilayah RT 03/RW 04, Dusun Mojoduwur, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Senin (14/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima petugas, api diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar sampah berupa daun-daun kering. Aktivitas pembakaran tersebut diduga tidak diawasi secara memadai.
Kondisi cuaca dengan hembusan angin yang cukup kencang kemudian membuat api merembet ke semak belukar dan vegetasi kering di sekitar lokasi. Api dengan cepat membesar dan meluas hingga membakar area yang diperkirakan mencapai kurang lebih tiga hektare.
Mendapat laporan tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Grogol segera bergerak menuju lokasi pada pukul 11.48 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.25 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Sebanyak tujuh personel Damkar dikerahkan dengan menggunakan satu unit armada Pos Damkar Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan nomor kendaraan AG 8156 EP. Dalam proses pemadaman, petugas juga mendapat dukungan dari anggota Polsek Semen, Babinsa, serta masyarakat setempat.
Petugas melakukan pemadaman dan pembasahan di sejumlah titik untuk memastikan api tidak kembali menyala maupun merembet ke area lain yang berpotensi terdampak.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam 40 menit, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Dari kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.
Di sisi lain, upaya cepat petugas berhasil menyelamatkan aset milik RWS yang diperkirakan bernilai sekitar Rp200 juta.
Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan aktivitas pembakaran sampah, terutama ketika dilakukan di sekitar lahan yang dipenuhi rumput, semak, maupun daun kering.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau daun kering secara sembarangan, terlebih saat kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet dan meluas apabila tidak diawasi,” ujar Kaleb.
Menurutnya, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi membutuhkan kepedulian dan kewaspadaan seluruh masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memastikan setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api benar-benar aman. Jangan meninggalkan api dalam keadaan menyala sebelum dipastikan padam sepenuhnya,” tegasnya.
Kaleb juga mengapresiasi sinergi petugas Damkar bersama kepolisian, TNI dan masyarakat dalam penanganan kejadian tersebut.
“Respons cepat petugas di lapangan serta dukungan Polsek Semen, Babinsa dan masyarakat sangat penting untuk mencegah api meluas dan melindungi aset di sekitar lokasi,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembakaran sampah, khususnya di tengah kondisi lahan kering dan angin kencang, memiliki risiko yang tidak dapat dianggap sepele. Masyarakat diimbau memilih cara yang lebih aman dalam mengelola sampah serta segera melaporkan apabila melihat titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Tidak ada korban luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Setelah api dinyatakan padam, petugas memastikan kondisi lokasi aman dan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar.(Dk)












