KEDIRI — Wartajatim.id || Kesigapan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri kembali terlihat dalam menangani kebakaran tumpukan kayu bakar milik Zainal Arifin di RT 002 RW 004, Dusun Kraton, Desa Kraton, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jumat (21/8/2026).
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pada pukul 12.27 WIB. Hanya berselang dua menit, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.37 WIB.
Berdasarkan laporan petugas, kebakaran bermula saat pemilik membakar tunggak pohon yang berada di dekat tumpukan kayu bakar. Api kemudian merembet ke tumpukan kayu karena proses pembakaran tersebut tidak terpantau.
Petugas Damkar Pos Ngadiluwih langsung melakukan pemadaman menggunakan satu unit armada berkapasitas 2.500 liter dengan kekuatan lima personel. Api berhasil dipadamkan pada pukul 13.10 WIB sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material diperkirakan sekitar Rp1,5 juta.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran, khususnya ketika dilakukan di dekat benda atau material yang mudah terbakar.
Menurut Kaleb, kejadian di Desa Kraton tersebut menjadi pengingat bahwa api yang awalnya digunakan untuk membakar tunggak pohon dapat merembet apabila tidak diawasi dengan baik.
“Kejadian seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa api sekecil apa pun tetap harus diawasi. Jangan meninggalkan pembakaran sebelum api benar-benar dipastikan padam, apalagi jika di sekitarnya terdapat tumpukan kayu atau bahan yang mudah terbakar,” ujar Kaleb.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan dan segera menghubungi petugas apabila terjadi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan. Apabila terjadi kebakaran, jangan panik dan segera laporkan kepada petugas. Kecepatan informasi sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan sehingga api tidak semakin meluas,” imbuhnya.
Kaleb menegaskan, upaya pencegahan tidak kalah penting dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan lokasi pembakaran aman, jauh dari material mudah terbakar, serta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan.
Respons cepat Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih dalam kejadian tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas. Penanganan berlangsung sekitar 33 menit hingga api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Pesan penting bagi masyarakat: jangan pernah meremehkan api. Pastikan setiap aktivitas pembakaran diawasi dan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.(Dk)












