MADIUN, Wartajatim.id – Mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api saat musim hujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan kondisi jalur perkeretaapian. Tidak hanya memastikan keandalan rel, pemeriksaan juga menyasar saluran drainase, gorong-gorong, jembatan hingga kesiapan petugas di lapangan.
Langkah antisipatif tersebut dilakukan melalui pemeriksaan lintas menggunakan lori dresin yang dipimpin langsung Vice President (VP) KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, pada Sabtu (7/11/2026). Pemeriksaan menyusuri petak jalan antara Stasiun Wlingi hingga Stasiun Tulungagung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam mendeteksi potensi kerawanan sejak dini, sekaligus memastikan kondisi operasional dan prasarana perkeretaapian tetap andal serta laik operasi, khususnya menghadapi tantangan perubahan kondisi cuaca pada musim penghujan.
Dalam pemeriksaan tersebut, Ali Afandi didampingi jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun, meliputi Manager Operasi, Manager Pengamanan, Manager Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel), Manager SDM dan Umum, Manager Humas, Tim Aset Area Blitar, Tim Quality Control (QC), serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) terkait.
Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel, safety briefing, dan doa bersama yang dipimpin langsung Ali Afandi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh unit dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara konsisten.
“Seluruh unit terkait harus terus aktif dan konsisten melaksanakan pemeriksaan guna meminimalisir potensi gangguan operasional. Cek lintas ini memastikan kondisi operasional maupun prasarana senantiasa dalam kondisi andal, laik operasi serta memitigasi potensi bahaya sejak dini,” tegas Ali Afandi.
Salah satu fokus utama pemeriksaan adalah memastikan infrastruktur pendukung jalur kereta api mampu berfungsi optimal ketika memasuki musim penghujan.
Jajaran manajemen melakukan pengecekan langsung terhadap saluran air di sisi kanan dan kiri jalur, gorong-gorong, hingga jembatan. Pemeriksaan diarahkan untuk memastikan tidak terdapat endapan sedimen maupun tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air saat hujan turun.
Kondisi saluran air yang tidak berfungsi optimal dapat meningkatkan risiko luapan air, genangan, hingga erosi yang berpotensi memengaruhi kondisi struktur jalur kereta api.
Karena itu, pemeriksaan secara langsung menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan. Dengan deteksi lebih awal, kondisi yang membutuhkan penanganan dapat segera dievaluasi dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada kondisi rel, tetapi juga pada kesiapan seluruh infrastruktur pendukung yang saling berkaitan.
Selain aspek prasarana, pemeriksaan juga mencakup sejumlah Perlintasan Sebidang (JPL) yang menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan perjalanan kereta api.
Di sela-sela peninjauan, jajaran manajemen menyapa serta memberikan perhatian kepada Petugas Jaga Perlintasan (PJL). Para petugas diingatkan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga konsentrasi, serta menjalankan tugas sesuai Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan.
Perhatian tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapan sumber daya manusia yang memiliki tanggung jawab langsung dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional kereta api.
Melalui pemeriksaan ini, manajemen juga dapat berkomunikasi secara langsung dengan petugas di lapangan untuk mengetahui kondisi kerja maupun kendala yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan tugas.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa kesiapan petugas lapangan merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan perjalanan kereta api yang selamat dan lancar.
“Petugas di lapangan memiliki peran sentral dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, selain memastikan keandalan sarana dan prasarana, kami wajib memastikan para petugas dalam kondisi sehat, fit, dan fokus saat menjalankan tugasnya,” ujar Tohari,Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, pemeriksaan menggunakan lori dresin tidak hanya bertujuan memantau kondisi jalur, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung antara jajaran manajemen Daop 7 Madiun dengan petugas di garis depan.
Dengan turun langsung ke lapangan, berbagai temuan maupun kendala dapat diketahui lebih cepat untuk kemudian dievaluasi dan ditindaklanjuti.
Setelah pemeriksaan lintas selesai, kegiatan dilanjutkan dengan forum evaluasi dan sharing session bersama para KUPT setempat. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi potensi risiko, membahas kondisi lapangan, serta menyusun langkah perbaikan secara berkelanjutan.
Tohari menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan pengawasan yang konsisten dan keterlibatan seluruh unsur, baik dari sisi sarana, prasarana maupun sumber daya manusia.
“Bagi KAI, keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan, evaluasi, dan penyempurnaan sarana, prasarana, serta SDM demi memberikan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tenang bagi seluruh pelanggan,” tutup Tohari.
Melalui pemeriksaan lintas dari Wlingi hingga Tulungagung ini, KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim hujan harus dibangun melalui langkah nyata, mulai dari pemeriksaan infrastruktur, pengawasan perlintasan, hingga memastikan kesiapan petugas.
Sebab, keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya ditentukan ketika kereta mulai bergerak, tetapi juga melalui serangkaian pemeriksaan dan upaya pencegahan yang dilakukan sebelum potensi gangguan terjadi.(Dk)












