KEDIRI,Wartajatim.id – Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Kediri terus berjalan. Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan proses pembangunan di sekolah penerima bantuan berjalan sesuai prosedur, petunjuk teknis, serta target yang telah ditetapkan.
Pengawasan tersebut tidak hanya menyasar progres fisik pembangunan, tetapi juga memastikan tata kelola program berjalan sesuai ketentuan. Mulai dari pembentukan panitia pembangunan satuan pendidikan, keterlibatan tenaga teknis profesional, hingga tanggung jawab kepala sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan di tingkat satuan pendidikan turut menjadi perhatian.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan revitalisasi berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami ingin memastikan bahwa semua prosedur sudah dilaksanakan, semua SOP sudah dilaksanakan, dan semua dikelola oleh sekolah melalui panitia pembangunan satuan pendidikan. Panitianya berasal dari komite atau masyarakat sekitar, tim teknisnya dari profesional, dan penanggung jawabnya adalah kepala sekolah,” ujar Muhsin.
Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan revitalisasi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Tokoh masyarakat, komite sekolah, serta warga di sekitar satuan pendidikan diharapkan turut mengawal proses pembangunan sehingga pelaksanaannya tetap transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Kediri pada 2026 mencakup jumlah penerima yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Muhsin menyampaikan, jika sebelumnya bantuan revitalisasi pemerintah pusat diberikan kepada sekitar 40 hingga 50 sekolah, pada tahun ini jumlah penerimanya meningkat menjadi lebih dari 100 satuan pendidikan.
Penerima bantuan tersebut mencakup berbagai jenjang, mulai dari PAUD, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, baik negeri maupun swasta.
“Pada tahun ini, jumlah sekolah di Kabupaten Kediri yang memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat meningkat signifikan. Jika pada tahun sebelumnya bantuan diberikan kepada sekitar 40 hingga 50 sekolah, tahun ini jumlah penerima mencapai lebih dari 100 satuan pendidikan, mulai jenjang PAUD, SD, hingga SMP negeri dan swasta,” katanya.
Meningkatnya jumlah penerima membuat pengawasan menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai mekanisme. Pemerintah daerah juga mendorong sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan.
Salah satu sekolah yang saat ini menjalani program revitalisasi adalah SDN Sukorejo 1 Ngasem, yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Kepala SDN Sukorejo 1 Ngasem, Titik Kurniawati, M.Pd., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah yang selama ini dirawat secara bertahap.
Menurut Titik, sebelum mendapatkan program revitalisasi, pihak sekolah melakukan perawatan dengan sistem tambal sulam. Sejak dirinya bertugas di SDN Sukorejo 1 Ngasem pada 2021, pengajuan perbaikan juga dilakukan melalui pembaruan data serta pengajuan proposal rehabilitasi.
“Selama ini upaya perawatan sekolah sudah dilakukan dengan sistem tambal sulam. Sejak saya dipindahtugaskan ke SDN Sukorejo 1 Ngasem pada tahun 2021, kami secara rutin meng-update data di Dapodik dan mengajukan proposal rehabilitasi. Kami juga pernah mendapatkan program revitalisasi pada tahun 2022,” kata Titik, Jumat (2/10/2026).
Ia mengatakan, pada 2026 SDN Sukorejo 1 Ngasem kembali memperoleh bantuan revitalisasi. Pekerjaan tersebut mencakup sembilan ruang kelas, ruang UKS, dan kamar mandi.
“Alhamdulillah, tahun ini 2026 kami mendapatkan revitalisasi lagi, yakni untuk sembilan ruang kelas, UKS, dan kamar mandi. Sebelumnya kami melakukan perawatan secara mandiri dengan sistem tambal sulam. Dengan adanya revitalisasi ini sangat berdampak terhadap perbaikan sekolah, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar, komite sekolah, dan wali murid yang ikut terlibat dalam pelaksanaan revitalisasi,” jelasnya.
Pelaksanaan revitalisasi di SDN Sukorejo 1 Ngasem telah dimulai sejak Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, unsur komite sekolah, masyarakat sekitar, dan wali murid turut dilibatkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Bagi pihak sekolah, keterlibatan tersebut tidak hanya membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan pendidikan.
Sebelum revitalisasi dilaksanakan, sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan. Di antaranya kondisi tembok yang mulai mengalami kerusakan serta atap yang mengalami kebocoran ketika hujan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penanganan sarana dan prasarana sekolah secara lebih menyeluruh. Selama menunggu program revitalisasi, sekolah tetap melakukan perawatan agar ruang yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dapat difungsikan.
Dengan adanya revitalisasi, perbaikan tidak lagi dilakukan secara parsial seperti sebelumnya. Pekerjaan yang masuk dalam program diharapkan dapat meningkatkan kondisi fisik bangunan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru.
Titik berharap hasil revitalisasi nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama oleh seluruh warga sekolah.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tidak hanya mengandalkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan melalui APBD untuk menangani kebutuhan rehabilitasi sekolah.
Sekitar Rp20 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi sekolah yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat maupun untuk memenuhi kebutuhan perbaikan pada sekolah yang bantuan revitalisasinya belum mencakup seluruh kebutuhan.
Skema pembiayaan tersebut memungkinkan penanganan sarana pendidikan dilakukan secara bertahap melalui dua sumber anggaran, yakni bantuan pemerintah pusat dan dukungan pemerintah daerah.
Dengan pola tersebut, sekolah yang belum masuk penerima bantuan pusat tetap memiliki peluang mendapatkan penanganan melalui program daerah. Sementara sekolah yang telah memperoleh bantuan pusat dapat memperoleh dukungan untuk kebutuhan lain sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran daerah.
Program revitalisasi dan rehabilitasi tersebut diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik sekolah, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik serta tenaga pendidik.
Bagi SDN Sukorejo 1 Ngasem, revitalisasi sembilan ruang kelas, UKS, dan kamar mandi menjadi bagian dari proses pembenahan fasilitas sekolah yang telah dilakukan secara bertahap. Keterlibatan sekolah, komite, masyarakat, dan wali murid menjadi bagian penting dalam mengawal agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.(Dk)












